KPK Gali Informasi dari Sekda Papua terkait Dugaan Korupsi Lukas Enembe

  • Bagikan
Gubernur Papua, Lukas Enembe

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua Lukas Enembe. Tim penyidik lembaga antirasuah tengah menggali informasi lebih lanjut melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, Ridwan Rumasukun.

Ridwan Rumasukun diperiksa tim penyidik di Mako Brimob Polda Papua, Sabtu, (5/11). Dia dicecar tim penyidik KPK terkait tugas pokok dan fungsinya di Pemerintah Provinsi Papua.

“Ridwan Rumasukun (Sekda Provinsi Papua), saksi hadir dan didalami antara lain pengetahuannya terkait dengan Tupoksi dalam pemerintahan di Pemprov Papua,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (7/11).

Selain Sekda Papua, tim penyidik KPK juga turut memeriksa Kepala Unit Layanan Pengaduan (ULP) Noldy Taroreh. Dia ditelisik terkait pelaksanaan proyek infrastruktur di Provinsi Papua.

“Noldy Taroreh (Kepala ULP), saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan pelaksanaan beberapa proyek pekerjaan infrastuktur di Pemprov Papua,” ungkap Ali.

Pemeriksaan saksi ini guna mendalami kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diduga telah mentersangkakan Gubernur Papua Lukas Enembe. Namun, hingga kini KPK belum melakukan penahanan terhadap Lukas.

Tim penyidik KPK bersmaa Ketua KPK Firli Bahuri telah melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Lukas Enembe pada Kamis (3/11). Hal ini guna memastikan kondisi kesehatan Lukas Enembe.

Kedatangan KPK ke Papua, lanjut Ali, sebagai bentuk upaya serius untuk menuntaskan perkara ini. Sehingga untuk kepastian hukum, harus memastikan kondisi kesehatan tersangka dimaksud.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan