Luncurkan Rudal, Korea Utara Klaim hanya Simulasi Serangan

  • Bagikan
Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal untuk uji coba nuklir. Foto: AFP

FAJAR.CO.ID, PYONGYANG - Korea Utara mengatakan pada hari Senin bahwa peluncuran rudal baru-baru ini, merupakan simulasi serangan terhadap Korea Selatan dan Amerika Serikat yang tengah melakukan latihan militer di kawasan.

Pekan lalu, Korea Utara melakukan uji coba beberapa rudal, termasuk kemungkinan peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) yang gagal, dan ratusan peluru artileri ke laut, saat Korea Selatan dan Amerika Serikat melakukan latihan udara enam hari yang berakhir pada hari Sabtu.

Militer Korea Utara mengatakan latihan tersebut adalah provokasi terbuka yang bertujuan meningkatkan ketegangan dengan sengaja dan latihan perang berbahaya dengan sifat agresif yang sangat tinggi.

Korea Utara mengatakan telah melakukan kegiatan simulasi serangan terhadap pangkalan udara dan pesawat, serta kota besar Korea Selatan, untuk "menghancurkan histeria perang musuh".

Kesibukan peluncuran rudal termasuk yang paling banyak dalam satu hari, dan terjadi di tengah rekor tahun pengujian rudal oleh Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Pejabat Korea Selatan dan AS juga mengatakan bahwa Pyongyang telah membuat persiapan teknis untuk menguji perangkat nuklir, yang pertama kali dilakukan sejak 2017.

Diplomat senior dari Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan berbicara melalui telepon pada hari Minggu dan mengutuk tes baru-baru ini, termasuk peluncuran rudal "sembrono" yang mendarat di lepas pantai Korea Selatan pekan lalu, menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS.

Seorang pejabat di Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan pada hari Senin bahwa sebuah kapal Korea Selatan telah menemukan puing-puing yang diyakini sebagai bagian dari rudal balistik jarak pendek Korea Utara (SRBM). Adalah pertama kalinya rudal balistik Korea Utara mendarat di dekat perairan Korea Selatan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan