Harus Cuci Darah, 27 Anak Gagal Ginjal Akut Masih Dirawat di ICU

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 27 anak dengan gangguan ginjal akut yang berujung gagal ginjal akut masih dirawat di rumah sakit tersebar di 28 provinsi. Mereka yang mengalami sakit karena cemaran senyawa Etilena Glikol dan Dietilena Glikol (EG dan DEG) pada obat sirop rata-rata dirawat di ruang ICU.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengatakan perawatan anak dengan gangguan ginjal akut membutuhkan waktu yang lama. Itu karena kondisi fisik anak memerlukan penanganan khusus dan organnya berbeda dengan orang dewasa.

“Anak-anak yang masih dirawat di RS, sebagian besar itu di ICU. Rata-rata kondisinya stadium 3. Organ anak itu kan tak seperti orang dewasa, butuh penanganan khusus, makanya butuh perawatan yang lama,” jelas Syahril kepada wartawan, baru-baru ini.

Selama di ICU, kata dia, anak-anak harus mendapatkan layanan hemodialisa (HD) atau cuci darah. Karena itu untuk dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa, membutuhkan waktu yang panjang.

“Di ICU itu sebagian besar gunakan HD ya untuk stadium 3. Stadium 3 itu perlu kesembuhan pemulihan lebih lama,” ungkapnya.

Setelah membaik di ICU dan berangsur pulih, anak bisa dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Indikatornya adalah tak ada lagi masalah pada produksi urinnya. (jawapos)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan