Kelebihan Anggaran TPG 2016 Kembali Mencuat, Stafsus Menkeu: Sri Mulyani Menteri yang Membereskan, Malah Tertuduh

  • Bagikan
Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo. Foto: Dokumentasi pribadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo mengomentari soal isu anggaran tunjangan profesi guru (TPG) tahun 2016 kelebihan Rp23,3T yang kembali mencuat.

Prastowo mengungkapkan, isu ini cukup menggelitik melihat argumen saling klaim menjurus putar balik fakta.

Menurutnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merupakan menteri baru yang membereskan, malah jadi tertuduh.

“Menkeu SMI, menteri baru yang membereskan, malah jadi tertuduh. Tanda tahun politik telah di depan mata? yuk jernih baca,” ucap Praktisi Perpajakan ini dalam unggahannya, Selasa, (8/11/2022).

Dijelaskan, sebagai penghargaan atas profesionalitasnya, Pemerintah melalui PP 41/2009 memberikan tunjangan profesi guru (TPG) sebesar 1x gaji pokok tiap bulan untuk guru yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan.

Adapun data jumlah guru yang bersertifikasi (berhak atas TPG) diperoleh dari Kemendikbud, berdasarkan data yang diinput sekolah-sekolah pada sistem Dapodik kelolaan Kemendikbud.

Berdasarkan data tersebut kata alumni STAN ini, Kemenkeu menyiapkan alokasi anggarannya dalam APBN.

“Mengingat TPG merupakan komponen Anggaran Transfer ke Daerah (tepatnya DAK nonfisik), maka penyalurannya dilaksanakan dengan cara pemindahbukuan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Umum Daerah (secara triwulanan) untuk selanjutnya dibayarkan ke masing-masing guru,” jelasnya.

Lebih jauh dipaparkan, berdasarkan laporan realisasi pembayaran TPG dari Pemda, Kemendikbud bersama Kemenkeu secara bertahap melakukan rekonsiliasi untuk mengupdate data jumlah guru bersertifikat dan pemenuhan syarat jam mengajar pada tahun anggaran berjalan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan