Oknum Polisi Geruduk Rumah Sakit di Medan, Luqman Hakim Beri Sindiran Menohok

  • Bagikan
Luqman Hakim

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Luqman Hakim, angkat suara soal penggunaan kata oknum.

Menurut Luqman, semua pihak harus adil dalam menggunakan kata tersebut.

"Saya harap semua pihak adil gunakan kata oknum, bukan hanya untuk anggota lembaga yang punya previlese," ujar anggota DPR fraksi PKB itu.

Bahkan, Luqman katakan Oknum juga bisa didasarkan kepada rakyat sampai Presiden.

"Untuk rakyat, ustadz, ulama, mahasiswa, presiden, DPR, menteri, dan lain-lain juga harus disebut oknum!," lanjutnya.

"Oknum rakyat. Oknum presiden. Oknum mentri. Oknum mahasiswa. Oknum DPR. Oknum ustadz, dll. Setuju?," sambung Luqman mempertegas pernyataannya.

Sebelumnya, RS Bandung di Jalan Mistar, Kota Medan diserang segerombolan orang yang diduga oknum polisi. Yang menjadi persoalan bagi Luqman, penggunaan kata oknum tersebut.

Sekadar diketahui, sebelum insiden penyerangan itu, salah satu perawat wanita di rumah sakit milik Bendahara PDIP Sumut, Meirahta Sitepu disekap di hotel.

Pengacara RS Bandung, Bobby Lim menjelaskan, kejadian penyerangan itu terjadi pada Minggu (6/11/2022) sekitar pukul 05.00 WIB.

Sebelum insiden penyerangan terjadi, kata dia, perawat berinisial A disekap di salah satu kamar hotel yang ada di kawasan Jalan Gajah Mada, Medan.

Kejadian tersebut dibenarkan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi. Dia menyebut, ada 5 oknum polisi yang ditangkap soal insiden penyerangan RS Bandung Medan.

"Ada lebih dari lima orang yang sudah diklarifikasi penyidik Polrestabes Medan dan Propam Polda," kata Hadi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan