Anggaran Tunjangan Profesi Guru 2016 Kembali Diungkit, Komisaris Pelni Seret Nama Jusuf Kalla

  • Bagikan
Komisaris Independen PT Pelni, Dede Budhyarto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggaran tunjangan profesi guru (TPG) tahun 2016 kembali diungkit. Hal itu tersebar di sosial media.

Komisaris PT Pelni Dede Budhyarto menyindir bakal capres dari partai NasDem Anies Baswedan yang saat itu tiba-tiba muncul isu bahwa Anies dipecat dari jabatan Mendikbud karena membongkar kebocoran anggaran.

“Serempak dengan diksi 2016 dipecat dari jabatan Mendikbud karena membongkar kebocoran anggaran padahal faktanya ‘kelebihan’,” ucap Kang Dede-sapaannya, dalam unggahannya, Rabu, (9/11/2022).

Dede juga menyindir penyakit ‘kelebihan” berlanjut ketika Anies menjabat Gubernur DKI. Dia kemudian menyeret nama mantan wapres Jusuf Kalla.

“Tanya aja waktu itu siapa Wapresnya?,” tandasnya.

Diketahui, total dana anggaran tunjangan profesi guru pada APBN 2016 sebesar Rp 69,7 triliun.

Akan tetapi setelah ditelusuri, Rp 23,3 triliun merupakan dana yang over budget atau berlebih, data guru yang tersertifikasi tidak sebanyak itu.

Saat itu, Jusuf Kalla mengapresiasi kementerian keuangan menemukan kelebihan anggaran.

Sementara itu, melalui laman Aniesbaswedan.com dijelaskan, Kemendikbud pada bulan Mei 2016 mengundang Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, mengatakan bahwa dari data yang dimiliki alokasi untuk TPG itu berlebih Rp23 Miliar.

Karena data yang diajukan dari daerah ada guru yang sudah mutasi, ada yang sudah pensiun, dll.

Kemendikbud menyebut Kementerian Keuangan yang mentransfernya kelebihan, Kemdikbud yang mengingatkan.

Melalui surat Nomor 33130/A.A1.1/PR/2016 kepada Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Dirjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu menindaklanjuti dengan mengirim surat bernomor S-579/PK/2016 kepada seluruh kepala daerah, memberitahu bahwa berdasarkan surat dari Kemendikbud, telah terjadi kelebihan penghitungan sebesar Rp23 Triliun. (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan