Polemik Pengambilalihan Terminal Mallengkeri, Pertemuan Pemprov dan Pemkot Tanpa Hasil

  • Bagikan
Salah satu penumpang di Terminal Malengkeri

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Pemprov Sulsel kembali melakukan audiensi dengan Pemkot Makassar, terkait pengambilalihan aset Terminal Tipe B Mallengkeri, Selasa, 8 November.

Pertemuan tersebut digelar di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Jl Mallengkeri.

Sayangnya, pertemuan tersebut tanpa hasil. Belum ada perkembangan berarti terkait penyerahan tersebut ke Pemprov.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Perhubungan Makassar, Candrawati diketahui menerima langsung pihak Pemprov. Ia mengatakan, Dinas Perhubungan Makassar tak memiliki kewenangan dalam aset Terminal Mallengkeri.

"Itu kewenangan Perusda (PD Terminal Makassar Metro). Ada terminal, terkait keinginan (provinsi) itu ada di ranah Perusda," terang Candrawati dalam audiensi tersebut.

Menurutnya, lebih tepat jika Dinas Perhubungan Sulsel berkoordinasi langsung dengan Perusda. Dinas Perhubungan Makassar hanya bersifat memonitor. Pengelolaan di Terminal Mallengkeri, tidak dilakukan secara penuh.

"Ada Perusda. Yang atur Perusda, itupun cuma beberapa. Semua dari A sampai Z bukan kewenangan (Dishub Makassar)," sambungnya.

Terkait keinginan Pemprov tersebut, juga telah dikoordinasikan dengan pimpinan. Pemkot kata dia, menyambut dengan baik.

Sekretaris Dishub Sulsel, Sriwahyuni yang memimpin Dishub Sulsel dalam audiensi tersebut menekankan pentingnya penyerahan aset ini ke kota.

Penyerahan aset ini telah memiliki dasar agar diserahkan ke Pemprov, itu lewat UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Di mana terminal tipe B harus dikelola di bawah kewenangan Pemprov.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan