Dilaporkan Sayap Organisasi NU, Faizal Assegaf: Memicu Satu Gerakan Politik untuk Menekan Penegak hukum

  • Bagikan
Aktivis 98 Faizal Assegaf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Aktivis 98, Faizal Assegaf, angkat bicara soal ia dilaporkan oleh sejumlah organisasi sayap Nahdlatul Ulama terkait dugaan pencemaran nama baik yang diduga dilakukannya terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf.

Menurut pegiat media sosial ini, ia sudah mengikuti perkembangan dari berbagai laporan organisasi sayap Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia yang dilakukan secara serentak.

Faizal Assegaf merinci, berdasarkan klaim pelapor itu ada sekitar 150 lembaga bantuan hukum Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang mengadukannya ke kantor polisi.

"Mereka klaim hampir sekitar 150 lembaga bantuan hukum Gerakan Pemuda (GP) Ansor itu mengadukan saya ke kantor polisi terkait dengan pernyataan saya yang mempertanyakan mengapa Ketua PBNU menyimpulkan habaib Indonesia itu sebagai pengungsi," bebernya di tayangan Channel Faizal Assegaf Official, dikutip FAJAR.CO.ID, Jumat (11/11/2022).

Faizal Assegaf menambahkan, ia mempertanyakan dan mengkritik keras pernyataan Yahya Cholil Staquf sebagai ketua PBNU, selaku tokoh NU yang mengabarkan berita bohong, berita yang rasis, dengan sinisme, dengan gestur tubuh yang mengejek yang mengatakan habaib itu pengungsi di Indonesia.

"Saya bereaksi mempertanyakan secara argumentasi apa dasar-dasar yang dimiliki Yahya Staquf yang mengklaim habaib itu adalah pengungsi, tetapi menariknya kemudian pertanyaan kritis saya ini memicu satu gerakan politik untuk menekan penegak hukum yang meminta saya untuk ditahan dan dipenjarakan karena mereka mengklaim saya melakukan ujaran kebencian atau penghinaan daripada Ketua PBNU," tegasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan