Penting untuk Muslimah! Ini Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Menstruasi atau haid adalah salah satu proses ketika dinding rahim mengalami peluruhan karena tidak terjadinya ovulasi. Hal ini juga menandakan bahwa pada satu periode ovulasi kamu sedang tidak berada dalam kondisi hamil. 

Pada saat menstruasi ini, wanita muslim tidak dibolehkan untuk mengerjakan ibadah salat dan ibadah lainnya.

Wanita muslim ini diperbolehkan kembali mengerjakan ibadah apabila masa menstruasi tersebut telah selesai. Akan tetapi, mereka diharuskan untuk melakukan mandi bersih dari haid atau mandi wajib. 

Mandi wajib atau mandi besar atau mandi junub adalah mandi dengan tujuan bersuci untuk menghilangkan kotoran di tubuh. Anjuran mandi wajib setelah haid tertuang dalam surah Al-Baqarah ayat 222:

‎وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya :
"Dan mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang haid. Katakanlah, “Itu merupakan sesuatu yang kotor.” Sebab itu jauhilah istri pada waktu menstruasi atau haid dan jangan kamu dekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah (melakukan hubungan suami isteri) mereka sesuai dengan (ketentuan) yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya, Allah menyukai orang yang bertaubat dan yang menyucikan dirinya." (QS. Al Baqarah:222)

Selain itu, perkara mandi wajib bagi wanita setelah berakhirnya masa haid juga dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dari Aisyah r.a Rasulullah SAW bersabda:
‎إذا أقبلت الحيضة فدعي الصلاة، وإذا أدبرت فاغسلي وصلي

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan