Rp1,18 Triliun DAK Fisik Belum Terealisasi, Makassar Paling Rendah, Palopo Tertinggi

  • Bagikan
Ilustrasi anggaran.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik lingkup Sulsel lamban. Realisasi baru Rp2,27 triliun atau 65,79 persen dari pagu Rp3,45 triliun.

Angka itu berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPa) Sulsel per Kamis, 10 November. Realisasi tersebut lebih cepat dari tahun lalu yang hanya mencapai 59,68 persen. Untuk nilai pagu yang sama Rp3,45 triliun.

Kepala Bidang PPA II Kanwil DJPb Provinsi Sulsel, Wahyu Harmono, mengatakan untuk realisasi tahun 2022 masih belum bisa dipastikan maksimal. Tetapi, untuk DAK fisik bertahap, penyaluran tahap II telah dilakukan 100 persen.

"Namun demikian beberapa bidang untuk jenis penyaluran sekaligus dengan rekomendasi K/L, beberapa daerah memang belum terealisasi karena masih dalam pengerjaan pengadaan barang/jasa. Terutama pada bidang kesehatan dan Keluarga Berencana untuk pengadaan alat kesehatan," ujarnya kepada FAJAR, Kamis, 10 November.

Penyaluran tertinggi oleh Pemkot Palopo, yaitu 87,88 persen dari nilai kontrak, disusul Luwu Utara (82,49 persen), dan Luwu (79,77 persen). Sedangkan penyaluran paling rendah pada Pemkot Makassar yang hanya mampu tersalurkan 49,45 persen dari nilai kontrak.

Masalah Klasik

Pengamat Tata Pemerintahan Unhas Prof Aminuddin Ilmar mengatakan lambatnya realisasi DAK fisik merupakan masalah klasik. Hambatan itu pasti lagi-lagi pada pelaksanaan kegiatan, sebab kegiatan di DAK sudah diusulkan tahun sebelumnya.

"Di mana APBD tahun selanjutnya untuk daerah belum dibahas. Di sinilah biasa tidak ketemunya program, akhirnya sulit dijalankan daerah," katanya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan