Soroti Penunjukkan Pejabat di Provinsi Papua Tengah, Natalius Pigai: Diskriminasi Itu Dimulai dari Jakarta

  • Bagikan
Natalius Pigai

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pelantikan tiga penjabat (pj) gubernur daerah otonom baru (DOB) Papua hari ini, mendapat sorotan dari Mantan Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai.

Ketiga pj gubernur itu, yakni Apolo Safanpo sebagai pj Gubernur Papua Selatan, Nikolaus Kondomo sebagai pj Gubernur Papua Pegunungan, serta Ribka Haluk sebagai pj Gubernur Papua Tengah.

“Diskriminasi itu dimulai dari Jakarta,” cetus Natalius melalui cuitannya di Twitter, Jumat (11/11/2022).

Dalam kesempatan terpisah, di akun facebooknya Natalius Pigai mengaku tidak persoalkan pj Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk.

“Saya tidak persoalkan Ibu Ribka jadi pj Gubernur Papua Tengah, beliau kakak saya sejak saya di Wamena,” ungkapnya

Lebih lanjut, Natalius menyoroti tidak adanya orang Papua Tengah dari tiga provinsi pj gubernur dan sekda yang ditunjuk.

“Yang saya tanya Pak Mendagri, mengapa tiga gubernur dan sekda semua orang luar Papua Tengah? Salah saya apa Pak Tito, bupati pertama kami dari luar negeri kami, jenderal bintang dua pertama kami, Kapolres pertama Papua, Uskup Papua pertama kami, SDM terbaik Papua di Provinsi Papua kami, tapi hari ini kami keluarga MEE’PAGO dikucilkan.”

Padahal kata Natalius, dirinya beperan hingga terpilihnya Jokowi sebagai presiden, juga diangkatnya Tito Karnavian jadi Kapolri hingga Mendagri.

“Belum apa apa saja suku saya terbesar 800 ribu suara dikucilkan. Allah, alam dan langit jadi saksi, semua bukti sudah ada. Tanpa saya juga belum tentu Jokowi jadi presiden dan Tito jadi Kapolri dan Mendagri. Silahkan jawab dan bantah,” pungkasnya.
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan