Wajah Gelap Peradilan RI, Satu Hakim Agung Kembali Jadi Tersangka Kasus Suap

  • Bagikan
Ilustrasi Gedung Mahkamah Agung

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan seorang hakim agung sebagai tersangka. Oknum itu mencoreng wajah penegakan hukum RI.

Penetapan tersangka baru ini hasil pengembangan penyidikan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Sebelumnya, hakim agung Sudrajad Dimyati yang lebih dulu ditetapkan tersangka oleh KPK.

"Harus ada pembenahan mendasar. Jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan, namun kembali lagi," sesal pakar hukum pidana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Rahman Syamsuddin, malam tadi.

Jika benar ada lagi Hakim Agung yang kembali ditetapkan sebagai tersangka, maka hal itu sangat merusak citra MA. Situasi ini akan membuat kepercayaan masyarakat makin menurun.

MA yang ditugaskan sebagai benteng penegakan hukum juga digerogoti oknum yang bermain curang. Mereka melakukan penyalahgunaan hak untuk melakukan sesuatu demi hasrat kekayaan pribadi.

Karena itu, aparat penegak hukum (APH) yang terjerat kasus pidana, apalagi kasus korupsi, harus dijerat hukuman yang berat. MA adalah pembina lembaga peradilan di bawahnya, seperti Pengadilan Tinggi (PT) dan Pengadilan Negeri (PN).

"Jika pucuknya bermasalah, yang di bawa bagaimana? Tetapi ini tidak boleh digeneralisir," tandas Raham.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos (grup FAJAR), hakim agung yang menjadi tersangka baru dalam kasus tersebut berinisial GS. KPK menemukan dua alat bukti yang cukup terkait keterlibatan GS dalam skandal suap pengurusan perkara di MA.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan