Dituding Ikut Aksi 411, Refly Harun Jelaskan Ini…

  • Bagikan
Refly Harun

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Ahli hukum tata negara, Refly Harun, menanggapi tudingan soal kehadirannya dan ikut aksi pada Aksi Bela Rakyat Jilid 4 (Akbar 411) yang digelar Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur pada Jumat (4/11/2022) lalu.

Menurut Refly Harun, ia bukan ikut dalam aksi tersebut. Dia menegaskan hanya menonton saja aksi 411 itu, apalagi sebagai pengamat dan YouTuber. "Kan boleh saja menonton, kemudian mau meliput," bebernya di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, yang dikutip FAJAR.CO.ID, Sabtu (12/11/2022).

Refly Harun mengungkapkan hal itu, setelah ia mendapat pertanyaan dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011--2015, Abraham Samad.

Sebelumnya, Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR) menggelar Akbar 411.

Aksi akan dimulai dengan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Setelah itu, massa akan melakukan aksi jalan kaki menuju Istana Kepresidenan Jakarta.

Aksi Bela Rakyat Jilid 4 (AKBAR 411) dimana massa akan menuntut tiga tuntutan rakyat (Tritura) diantaranya adalah mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur.

Menanggapi tuntutan itu, Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Juri Ardiantoro menilai apa yang menjadi tuntutan massa aksi yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mundur dari jabatannya itu tidak berdasar.

Menurut dia, tuntutan tersebut selalu disampaikan secara berulang-ulang."Ini menandakan bahwa tuntutan itu sangat absurd, tidak berdasar, dan tidak nyambung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Juri dalam keterangan persnya, Jumat (4/11/2022). (eds)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan