Bentrok Kembali Pecah di Kei Besar, Kapolda Maluku: Patut Kita Sesalkan karena Lain di Omongan, Lain di Kenyataan

  • Bagikan
Sejumlah personel Polri dan TNI berjaga-jaga di Desa Elat untuk mencegah bentrokan lanjutan di Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (13/11/2022). -Siprianus Yanyaan-ANTARA

FAJAR.CO.ID, AMBON - Kapolda Maluku Irjen Pol. Lotharia Latif menyesalkan bentrokan yang kembali terjadi di Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.

Dia menyebut, bentrokan tak akan kunjung selesai, karena janji yang diingkari.

Dikatakannya, konflik yang tak kunjung usai akan selalu menimbulkan korban jiwa dan material.

“Sangat disayangkan terkait bentrokan yang kembali terjadi antara warga Desa Ohoi Bombay dan Elath, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) itu terulang kembali. Konflik yang tak kunjung usai bisa berdampak buruk pada generasi muda kita,” katanya, Minggu, 13 November 2022.

Ia mengaku, bentrok antar kedua desa ini juga pernah terjadi pada 6 Oktober 2022 lalu, dan sudah sempat disepakati dari kedua pihak untuk berdamai dan saling jaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Tapi nyatanya kesepakatan itu juga diingkari lagi. Ini yang patut kita sesalkan karena lain di omongan, lain di kenyataan," ujarnya.

Menurut Kapolda, kedua pihak telah mencederai ikrar perjanjian damai pasca konflik yang terjadi 6 Oktober 2022 lalu.

"Kasihan anak-anak dan generasi mendatang yang terus akhirnya terbawa pada situasi seperti ini," ungkapnya.

Oleh karena itu, Kapolda terus mengimbau masyarakat agar jangan lagi ada konflik dan pertikaian yang akan menyebabkan korban baik jiwa, luka, maupun materi.

"Daerah lain sudah maju membangun untuk kesejahteraan, sementara kita di sini masih sibuk berkelahi antar sesama," terang Kapolda.

Maluku, lanjut Kapolda, merupakan daerah yang kuat dan akan maju sejahtera apabila masyarakatnya tetap bersatu, menjunjung tinggi budaya “pela gandong”.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan