Moeldoko Sebut Kepala Negara Banyak Ingin Bertemu Jokowi, Retno Marsudi Kesulitan Mengurus Jadwal

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo (kanan) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di sela rangkaian kegiatan KTT G20 Indonesia di Nusa Dua, Bali, Senin (14/11). (Akbar Nugroho Gumay/Antara)

FAJAR.CO.ID, BALI — KSP Moeldoko yang pernah berusaha mengkudeta Ketum Demokrat AHY, menyebut banyak kepala negara mau ketemu Presiden Jokowi di Bali dalam rangka KTT G20.

Menurut Moeldoko, saking banyaknya kepala negara yang ingin ketemu Jokowi di Bali, sampai-sampai membuat Menlu Retno Marsudi kesulitan mengurus jadwal permintaan pertemuan itu.

“Ini hebatnya Presiden kita ini ya, semuanya sudah terjadwal sebenarnya, tapi banyak sekali yang menginginkan minta waktu kepada Pak Jokowi ini, presiden kita ini,” kata Moeldoko di Media Center G20, BICC, Nusa Dua, Minggu siang (13/11).

“Kita mesti bangga presiden kita di mata para kepala negara luar itu luar biasa. Sampai kesulitan untuk Menlu mengurusnya,” ujarnya lagi.

“Berikutnya juga pesawat-pesawat delegasi yang ingin mendarat di sini dari beberapa negara juga ingin minta dispensasi,” jelasnya.

“Tetapi, ya semuanya sudah dipikirkan, apa direncanakan, sehingga nanti mungkin ada tidak bisa terpenuhi,” lanjutnya.

Saat disinggung ada berapa banyak tambahan kepala negara yang ingin bertemu Jokowi, Moeldoko yang pernah berusaha mengkudeta Ketum Demokrat AHY ini, belum bisa memastikan.

“KTT Ini menurut saya pertemuan terbesar di luar (KTT) APEC ya. Dulu kita bicara APEC, sekarang G20,” katanya.

“Saya pikir ini pertemuan cukup besar oleh kepala kepala negara yang punya reputasi, negara yang gede, ini sebuah momentum sangat bagus untuk menggalang peaceful kedamaian dunia,” jelasnya lagi.

Moeldoko menyebut, ada juga negara-negara di luar anggota G20 yang ingin melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan