Dituduh Terlibat Pemerasan Kasus Penipuan Jual Beli Mobil McLaren, Brigjen Hendro Pandowo Bilang Begini

  • Bagikan
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Hendro Pandowo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Hendro Pandowo, menjawab tudingan dugaan pemerasan yang dialamatkan kepada dirinya.

Sebelumnya dia dituduh menerima aliran uang pemerasan oleh pengacara Tony Sutrisno dalam kasus penipuan mobil mewah McLaren yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ).

Hendro Pandowo membantah bahwa dirinya terlibat dalam dugaan pemerasan yang dilakukan penyidik PMJ.

Saat dikonfirmasi, dengan tegas ia berkata, "Tidak benar, terima kasih," pungkas Hendro kepada wartawan Kamis lalu, dikutip Selasa (15/11/2022).

Diketahui, korban penipuan dan pemerasan jam tangan Richard Mille, Tony Sutrisno, sebelumnya kembali angkat bicara soal adanya pemerasan terhadap dirinya di kasus yang lain.

Ia mengaku mengalami pemerasan dalam kasus jual beli mobil mewah McLaren yang dilakukan oleh oknum Polda Metro Jaya. Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Tony, Heru Waskito, dalam keterangan tertulis, Rabu (9/11/2022).

Heru menuturkan, proses penyidikan kasus penipuan McLaren dihentikan tanpa alasan yang jelas oleh Brigjen Hendra Kurniawan yang saat itu menjabat Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri.

Menurut Heru, Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen HP, sudah mengetahui proses kasus tersebut. Alih-alih dilanjutkan, Tony justru mengaku diperas oleh oknum penyidik dan kasus itu sendiri mangkrak tanpa ada kejelasan hukum.

"Info tentang kasus penipuan McLaren itu sudah sampai ke meja Brigjen pol HP seharusnya dengan atensi beliau kasus makin cepat selesai. Nyatanya tidak. Tony justru diperas oleh penyidik sebesar Rp4,5 M," tutur Heru.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan