Eks Hakim Agung Gayus Lumbui Tuding Hukum Lemah Gara-gara Jokowi, Teddy Gusnaidi: Ini Jelas Salah Alamat dan Sesat Berfikir

  • Bagikan
Waketum sekaligus Jubir Partai Garuda Teddy Gusnaidi.-Screenshot YouTube/tvOneNews-

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Partai Garuda Teddy Gusnaidi, memberi respons atas kisruh soal Hakim Agung yang menjadi tersangka dugaan suap oleh KPK.

Sebagaimana diketahui, atas hal tersebut tidak sedikit yang menyalahkan Presiden Jokowi, tidak terkecuali mantan Hakim Agung Gayus Lumbu. Alasannya, Jokowi tidak mempedulikan masalah hukum di Indonesia.

"Salah seorang hakim agung menjadi tersangka dugaan suap oleh KPK, tapi yang disalahkan adalah Jokowi, bahkan mantan Hakim Agung Gayus Lumbuu menuding ini terjadi karena Presiden Jokowi terlalu sibuk urusan politik dan ekonomi daripada hukum dan penegakan hukum," ujar Teddy dikutip dari unggahan twitternya, @TeddGus (15/11/2022).

Menurut Teddy, jika penegakan hukum lemah, maka orang-orang yang melakukan korupsi aman-aman saja.

"Saat ini pihak-pihak yang dulu sulit tersentuh, yang dulu dianggap punya privilege, kini tersentuh. Siapapun, tidak terkecuali itu orang-orang dekat Presiden Jokowi," lanjutnya.

Adapun kalau hukum lemah, lanjut Teddy. Maka sangat mudah orang melakukan korupsi dan lolos dari jerat hukum. Tapi yang terjadi, ketika ada yang coba-coba mengakali untuk melakukan korupsi, tetap saja terdeteksi dan terjerat hukum. Artinya hukum sudah ada disana.

"Hakim Agung itu adanya di wilayah Lembaga Yudikatif, bukan Eksekutif, sehingga salah alamat jika membebankan hal itu pada Presiden, karena Presiden adalah lembaga eksekutif," tandasnya.

Lanjut Teddy, Tentu Presiden tidak bisa melakukan intervensi ke lembaga lain. Dia melihat, menuduh kesalahan Jokowi atas tindakan Hakim Agung, itu sama saja seperti menyalahkan Jokowi ketika ada anggota DPR dijadikan tersangka dugaan korupsi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan