Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Warga Beijing Dilarang Keluar Rumah dan Kunjungi Tempat Keramaian

  • Bagikan
Petugas keamanan dan petugas medis dikerahkan ke kompleks-kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Kota Beijing, Tiongkok, saat lockdown. (M. Irfan Ilmie/Antara)

FAJAR.CO.ID, BEIJING -- Warga Kota Beijing, Tiongkok, diingatkan agar tidak keluar rumah menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pada Senin (14/11). “Jangan keluar rumah selama tidak ada keperluan mendesak dan jangan mengunjungi tempat keramaian, makan bersama, dan pesta,” demikian peringatan otoritas Kota Beijing, Selasa (15/11).

Kalau terpaksa keluar rumah, otoritas memperingatkan warga agar tetap mengenakan masker yang benar, jaga jarak, dan jaga kesehatan.

Otoritas ibu kota Tiongkok itu pada Senin (14/11) telah mencatat 257 kasus positif dan 170 kasus tanpa gejala. Sebanyak 48 kasus di antaranya justru ditemukan di tempat tes PCR menurut otoritas kesehatan Beijing.

Warga Ibu Kota sempat dibuat bingung karena tempat-tempat tes PCR di pinggir-pinggir jalan tiba-tiba tutup total pada Senin (14/11) karena sampai sekarang masih berlaku aturan wajib tes PCR dilakukan sekali dalam tiga hari. Tempat tes sekarang diperbanyak dan sekarang berada di dalam kompleks permukiman, demikian pesan singkat otoritas Distrik Chaoyang yang diterima Antara Beijing, Selasa (15/11).

Wakil Kepala Distrik Chaoyang Meng Rui menyebutkan, sebelumnya di wilayahnya terdapat 617 unit tempat tes PCR dengan 908 jalur antrean. Mulai Senin jumlah tersebut ditambah menjadi 1.824 unit dengan 2.883 jalur antrean untuk memudahkan warga melakukan tes PCR.

Lonjakan kasus baru di wilayah Ibu Kota itu bukan hanya kuatnya daya penularan dan cepatnya masa inkubasi varian Omicron BF.7, melainkan juga dipengaruhi oleh peningkatan risiko penularan penyakit pernapasan lainnya seperti influenza.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan