Manfaatkan Perang AS Vs China, Kesempatan Sulsel Perluas Ekspor-Impor

  • Bagikan
Grafis potensi ekspor Sulsel di tengah perang dingin AS Vs China. (Dok FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- AS dan Tiongkok selalu berperang. Perang dagang dan kebijakan, utamanya.

Di antara kedua negara itu pula, Indonesia mendapatkan manfaat. Termasuk Sulsel, dengan beragam efek positif didapatkan dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Kedatangan dua kepala negara adidaya dunia itu, Joe Biden (Presiden AS) dan Xi Jinping (Presiden Tiongkok) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) The Groups of Twenty (G20) merupakan kesempatan emas Indonesia dalam memperluas nilai kontribusi di sektor ekonomi.

Di Sulsel, China dan Amerika menjadi salah satu jalur dominan bagi pasar ekspor dan impor. Tentu ini akan mempertegas hubungan bilateral yang terbangun di pasar ekonomi.

Dari sisi ekspor, tren positif terus diberikan. Apalagi, komoditas-komiditas unggulan Sulsel masih dibutuhkan di pasar ekspor. KTT G20 ini akan memberi dampak dalam segala sumber, termasuk bagi pertumbuhan ekonomi Sulsel.

"Kedatangan pemimpin-pemimpin dunia pasti akan memberi dampak positif. Sejauh ini, pasar potensial yang paling terdekat ada di sektor perikanan dan pertambangan," terang Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Ashari F Radjamilo, Senin, 14 November.

Kakao, rumput laut, dan porang turut menjadi potensi andalan yang ditawarkan. Diikuti hasil bumi dan rempah-rempah. Komoditas porang saat ini menjadi unggulan yang memberi kontribusi sebesar 15 persen dari 10 komoditas primadona Sulsel.

Hal ini turut didukung dengan adanya kebijakan baru Tiongkok dalam pasar ekspor yang mengizinkan bahan baku porang sudah bisa diekspor. Ini seakan menjadi angin segar mengingat sebelumnya, ekspor porang ke Tiongkok vakum selama dua tahun terakhir.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan