Gubernur Ingin Ganti Sekprov Sulsel, Pengajar Politik Hukum Unhas: Setiap Kebijakan Punya Tujuan

  • Bagikan
Pengajar Politik Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Hamzah Halim

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Usulan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mengganti Sekretaris Provinsi (Sekprov) Abdul Hayat Gani kian mencuat.

Pengajar Politik Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Hamzah Halim menuturkan, usulan Andi Sudirman yang notabenya sebagai pejabat pemerintah memiliki maksud tertentu.

“Setiap kebijakan punya maksudnya masing-masing. Ada interest. Ada hal yang mau dicapai dengan kebijakan itu. Kalau tidak, tidak ada gunanya kebijakan itu dibuat,” ungkapnya kepada fajar.co.id, Selasa (22/11/2022).

Dalam konteks usulan penggantian Sekprov, Dekan Fakultas Hukum (FH) Unhas ini menuturkan, setiap kebijakan membawa politik hukum masing-masing.

“Apa yang mau dituju dari kebijakan itu, termasuk kebijakan mengganti Sekprov. Apa yang mau dicapai dari situ?” cetusnya.

Persoalannya kata Prof Halim, maksud apa yang melatar belakangi usulan itu hingga kini belum terungkap.

“Apakah kepentingan kepentingan publik, atau kelompok atau individu bersangkutan?”

Saat dikonfirmasi, Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani mengaku belum mendapatkan informasi resmi soal kabar peggantian dirinya.

“Saya belum dapat laporan resmi,” ungkap Abdul Hayat saat ditemui wartawan, Selasa 22 November di Kantor Graha Sucofindo, Makassar.

Menurutnya, kabar tersebut biasa saja, dan untuk saat ini tidak perlu digembar gemborkan.

“Biasa aja. Tidak ada yang luar biasa,” ujarnya singkat.

Diketahui, Abdul Hayat hari ini menghadiri peresmian Balai Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Perdagangan Makassar di kantor Graha Sucofindo.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan