Setelah Penerapan KRIS di Empat Rumah Sakit, Budi Gunadi Sadikin akan Perluas ke RS Swasta dan Tipe A

  • Bagikan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (HENDRA EKA/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Uji coba kelas rawat inap standar (KRIS) di empat rumah sakit mulai September lalu sudah menunjukkan hasil. Data Kementerian Kesehatan, infrastruktur dan sarana kesehatan di rumah sakit beragam. Nah, KRIS membuat kamar memiliki standar yang sama.

Dalam paparannya di rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI kemarin (22/11), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa KRIS bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien peserta jaminan kesehatan nasional (JKN). Selain itu, keberlanjutan sistem JKN diharapkan tetap baik dengan adanya KRIS.

Empat rumah sakit milik Kemenkes yang dijadikan tempat uji coba KRIS meliputi RS Tadjuddin Chalid di Makassar, RS Johannes Leimena di Ambon, RS Surakarta, dan RS Rivai Abdullah di Palembang. Dari hasil implementasi KRIS, menurut Budi, ada penurunan jumlah tempat tidur. ”Namun, tidak mengganggu secara signifikan layanan rumah sakit,” katanya.

Ada juga rumah sakit yang tidak mengalami penurunan jumlah tempat tidur karena memodifikasi ruangan yang sebelumnya tidak terpakai. Contohnya, RS Tadjuddin Chalid. ”Dengan penerapan KRIS, kami tahu ada infrastruktur yang harus dipenuhi,” kata Budi.

Di Makassar, diketahui ada tempat tidur yang tidak memiliki nurse call dan suhunya tidak sesuai. Dengan begitu, dilakukan pemasangan nurse call dan AC.

Budi menyimpulkan, kesiapan rumah sakit masih beragam dalam menerapkan KRIS. Namun, implementasi KRIS dapat menyeragamkan sesuai dengan standar pelayanan. ”Kami coba perluasan uji coba KRIS ke rumah sakit daerah, swasta, dan tipe A,” tuturnya. Uji coba sebelumnya dilakukan pada rumah sakit tipe B dan C. Rencananya, perluasan uji coba tersebut dilaksanakan Desember. Hasilnya bisa dilihat pada Januari.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan