Bocah 6 Tahun Tewas di Tangan Ibu Kandung dan Teman Prianya, Ini Kronologinya

  • Bagikan
Tersangka penganiayaan anak hingga tewas di Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, TANJUNG PERAK -- Sebelum tewas di tangan ibu kandungnya, AP, 6, sedang mengambil panci sambil menangis. Kemudian U, 32, ibu kandungnya, mendaratkan pukulan bertubi-tubi ke tubuhnya.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Arief Rizky mengatakan, U memukul tubuh putrinya dengan ujung sapu patah. ”Pukulan diarahkan ke punggung,” kata Arief, Kamis (24/11).

AP dikabarkan tewas pada Minggu (21/11) malam. Sebelum tewas, AP menerima kekerasan secara bertubi-tubi dan berulang kali. Saat itu, pukulan yang diterima U tak juga berhenti. LB, 18, teman ibunya yang juga tinggal di kediamannya, Jalan Bulak Banteng Kidul Surabaya, juga memukuli tubuh mungilnya.

Berdasar pengakuan U dan LB, AP pun urung makan malam. Dia memilih untuk minum susu. Namun U dan LB masih marah.

”Tersangka LB, memukul korban menggunakan gitar kentrung ke arah kepala dan wajah korban,” ungkap Arief.

Akibatnya, AP mengalami luka sobek di pelipis kanan dan kiri. Bocah yang masih duduk di bangku SD itu juga mengalami lebam di dahi.

”Kemudian korban saat ke kamar mandi dalam keadaan badan lemas dengan berjalan sempoyongan dan terjatuh di depan kamar mandi,” tutur Arief.

Kekerasan yang terjadi belum berhenti. Sebab ibu kandung AP memukuli kembali korban dengan sapu ke arah badannya. ”Karena Tersangka (U) tidak suka korban menangis, kemudian korban duduk terdiam dan sesak napas,” kata Arief.

Saat itulah U dan LB mengetahui ada yang tidak beres. Sebab napas AP tampak berat. U dan LB yang memiliki hubungan dekat sebagai teman pun membawa AP ke RSUD Soewandhie Surabaya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan