Kasus Covid-19 di Jatim Alami Kenaikan, Ini Angka Terbarunya

  • Bagikan
ILUSTRASI. Kementerian Kesehatan mengumumkan tambahan 3 kasus konfirmasi positif Covid-19 subvarian Omicron XBB. Totalnya kini 4 orang. (Dado Ruvic/Reuters/Antara)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA -- Tak jauh berbeda dengan daerah lain, persebaran Covid-19 di Jatim mengalami tren kenaikan signifikan selama sebulan terakhir. Berdasar data Selasa (23/11), jumlah warga yang terpapar mencapai 2.576 orang.

Dari jumlah itu, lebih dari 900 pasien menjalani perawatan di rumah sakit (RS) atau fasilitas kesehatan (faskes) lain. Sedangkan yang lain menjalani isolasi mandiri.

Kenaikan tersebut juga berimbas terhadap okupansi layanan kesehatan untuk pasien positif korona di wilayah Jatim. Berdasar data satgas Covid-19, saat ini bed occupancy rate (BOR) ruang ICU di RS se-Jatim mencapai 11 persen. Sedangkan tingkat keterisian ruang isolasi sudah berada di kisaran 19 persen.

”Memang situasinya masih terkendali karena di bawah standar WHO, tapi tetap harus diwaspadai,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim Makhyan Jibril.

Dia menjelaskan, salah satu faktor pemicu lonjakan pasien baru adalah belum tuntasnya vaksinasi. Indikatornya, 38 persen pasien yang saat ini terpapar ternyata belum mengikuti vaksinasi sama sekali. Jumlah itu menjadi yang paling besar dibandingkan mereka yang telah vaksinasi dosis pertama hingga ketiga.

Terkait bertambahnya jumlah pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit, Jibril mengatakan, hal itu terjadi karena kondisi pasien. ”Yang bergejala berat dan sedang memang wajib menjalani perawatan. Sementara yang ringan diperbolehkan isolasi mandiri,” katanya.

Meski terjadi kenaikan jumlah pasien yang dirawat, Jibril memastikan ketersediaan bed di seluruh RS/faskes masih cukup. ”Melihat tren naiknya kasus kali ini, Jatim juga mulai memperketat deteksi dan tracing,” paparnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan