Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Henry Yosodiningrat Nilai Irfan Widyanto hanya Korban Ferdy Sambo

  • Bagikan
Terdakwa pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J serta obstruction of justice atau menghalangi proses hukum, Ferdy Sambo bersiap menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, (20/10/2022). Sidang tersebut beragendakan tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas nota keberatan terdakwa Ferdy Sambo. (MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pengacara Irfan Widyanto, Henry Yosodiningrat menyebut kliennya hanya korban dari kebohongan Ferdy Sambo dalam menyusun skenario pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Dia berharap aspek ini dilihat oleh Majelis Hakim dalam proses persidangan.

Henry mengatakan, dari keterangan saksi-saksi yang pernah dihadirkan dan bukti-bukti yang ada, sangat jelas klien tidak melakukan tindak pidana. Dia hanya dibohongi oleh Sambo atas peristiwa yang sesungguhnya terjadi.

“Dari awal sidang saksi semua meringankan, membantu dan menjelaskan yang sebenarnya bahwa fakta seperti ini (korban kebohongan), mudah-mudahan Majelis Hakim juga melihat ternyata klien kami ini juga bisa sebetulnya adalah korban,” kata Henry usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (24/11).

Henry mengatakan, saksi Afung dalam persidangan mengatakan tidak kenal, tidak pernah bertemu dengan Irfan. Sementara kesaksian Kodir menyebut CCTV yang dipasang di pos satpam dibeli menggunakan uang Sambo, sehingga unsur pasal UU ITE tidak terpenuhi.

Irfan hanya menjalankan perintah atasan saat mengganti DVR CCTV yang menjadi bukti kasus pembunuhan Brigadir J. Irfan tidak tahu bahwa DVR yang diganti merupakan bukti kasus pembunuhan Brigadir J.

Hal tersebut diungkapkan saat mengulang kesaksian AKBP Ari Cahya Nugraha alias Acay yang merupakan atasan Irfan Widyanto pada sidang sebelumnya.

“Maka yang dipahami oleh orang reserse (Irfan) adalah ‘ambil dan serahkan pada penyidik’. Apapun perintahnya dimaknai seperti itu dan dilaksanakan oleh terdakwa Irfan itu tidak salah dan sangat benar,” imbuh Henry.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan