Stok Bulog hanya 594.856 Ton dari Posisi Aman 1,2 Juta Ton, Buwas Siap-siap Impor Beras 600 Ribu Ton

  • Bagikan
Pemerintah melalui Perum Bulog berencana akan melakukan impor beras premium lantaran cadangan beras pemerintah (CBP) untuk tahun 2022 tercatat menipis. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Perum Bulog berencana akan melakukan impor beras premium lantaran cadangan beras pemerintah (CBP) untuk tahun 2022 tercatat menipis. Namun, impor baru akan dilakukan apabila suplai sebanyak 600 ribu ton beras dari Kementerian Pertanian (Kementan) tidak terpenuhi.

Sebelumnya, Kementan diminta DPR RI untuk membantu Bulog menyerap beras dalam negeri agar CBP tahun 2022 segera terpenuhi. Per 22 November 2022 stok beras di gudang Bulog hanya sebesar 594.856 ton. Padahal amannya, CBP Bulog hingga akhir tahun 2022 harus menyimpan sebanyak 1,2 juta ton.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan pada awal November, pemerintah telah membuka opsi melakukan importasi apabila kebutuhan beras dalam negeri tidak mencukupi. Namun, Buwas menegaskan pihaknya akan berupaya maksimal agar importasi itu tak terjadi dan berupaya mencukupi dari produksi petani Indonesia.

“Kalau besok 6 hari tidak ada suplai sebesar 600 ribu ton, ya tetap itu (impor). Saya tidak mau main-main soal pangan,” kata Buwas saat ditemui di Gedung DPR RI Jakarta, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kementan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan ID Food, Rabu (23/11).

Buwas menjelaskan, opsi importasi muncul akibat dari sebagian wilayah di Indonesia yang sudah selesai masa panen padi. Bahkan, di sejumlah wilayah justru mengalami gagal panen, seperti di Sulawesi Selatan dan Lampung.

Akibatnya, lanjut Buwas, stok CBP yang diserap dari petani tidak sampai pada kebutuhan Bulog mencapai 550 ribu ton. Hal ini dikarenakan stok beras dalam negeri sudah berada di tangan para pengepul hingga pengusaha beras.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan