Sri Mulyani Heran, Setoran Pajak Penghasilan Naik tapi PHK Marak 

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati--

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebut penerimaan pajak penghasilan (PPh) dari Januari hingga Oktober 2022 naik cukup tinggi.

Hal itu berdasar dari data Ditjen Pajak Kemenkeu, disebutkan PPh 21 pada Januari - Oktober 2022 tumbuh hingga 21 persen (YoY) atau berkisar Rp118,4 triliun. Sementara tahun lalu tercatat hanya tumbuh 2,7 persen (YoY).

Ironisnya, naiknya setoran pajak tidak sejalan dengan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Itu terlihat dari maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan rintisan atau startup.

Setidaknya, terdapat 14 startup teknologi yang melakukan PHK sepanjang tahun ini. 

"Memang ini menjadi agak kikuk kalau dibandingkan dengan beberapa berita mengenai PHK (startup)"ujar Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita pada Kamis (24/11/2022).

Mestinya kata dia, setoran pajak yang meningkat menunjukkan bahwa para pekerja tetap bekerja dan berpenghasilan. 

"Kalau kita lihat PPh 21 yang meningkat 21 persen berarti ada karyawan yang memang bekerja dan mendapatkan pendapatan, dan kemudian perusahaannya membayar PPh 21," jelasnya.

Diketahui, beberapa startup yang melakukan PHK terhadap karyawannya di Indonesia yakni Sirclo, Ruang Guru, goto, Grabkitchen, Xendit, Biner,  Tokocrypto, Shopee, Zenius, Lummo Shop, Mobile Primer League, Pahamify, Link Aka, Zenius, JD.ID.(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan