Label di Tenda Pengungsian Dicopot, Ridwan Kamil Minta Donasi Tidak Dibeda-bedakan, Bupati Cianjur Sebaliknya: Membantu Tulus Tanpa Label

  • Bagikan
Sejumlah orang yang mencabut label bantuan dari sebuah gereja pada tenda bantuan yang diberikan untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

FAJAR.CO.ID, CIANJUR - Pernyataan berbeda datang dari Bupati Cianjur Herman dan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, soal pencopotan label Gereja di tenda pengungsian.

Bupati Cianjur Herman kepada awak media menuturkan, label pada bantuan pada tenda tersebut ada maksud lain.

Harusnya, kata dia. Pemberian bantuan kemanusiaan harus murni untuk masyarakat yang terdampak gempa. Untuk itu dia meminta masyarakat Cianjur agar tak mengulangi hal tersebut.

"Kita sama-sama saling mengerti, membantu secara tulus tanpa label di bantuannya. Saya harap ini tidak terulang, dan kita fokus pada penanganan kebencanaan hingga pemulihan nantinya,” ujar Herman.

Berbanding terbalik dengan Herman. Ridwan Kamil justru mengatakan hal yang berbeda. Kang Emil, sapaan akrabnya. Menuturkan, kelakuan beberapa oknum yang ada pada video viral itu sangat disesalkan.

Melalui keterangan tertulisnya, Kang Emil menekankan, bencana tersebut datang tidak pilih-pilih. Dan, pastinya memberi dampak pada semua orang.

"Semua pihak dan semua golongan di Cianjur tercinta ini," ujar Kang Emil dikutip dari unggahan instagramnya, @ridwankamil (27/11/2022).

Kang Emil lanjut menambahkan, selain bencana yang datang tidak memilih, yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih.

"Datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya," tandasnya.

Terkait berdirinya bendera, spanduk, baliho, dan stiker dari para pemberi bantuan menurut Kang Emil merupakan hal yang wajar.

Menurutnya, itu bagian dari pelaporan pertanggungjawaban kepada para donatur yang menitipkan bantuan kepada mereka.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan