Tambang Emas Ilegal di Distrik Masni Manokwari, Polisi Tetapkan 33 Tersangka

  • Bagikan
Sebanyak 33 orang pekerja tambang emas ilegal digiring menuju ruang tahanan di Polres Manokwari Papua Barat, Senin (28/11/2022). ANTARA/Hans AK

FAJAR.CO.ID, MANOKWARI - Polisi akhirnya menetapkan 33 orang sebagai tersangka kasus penambangan emas ilegal di Kampung Wasirawi, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

Kapolres Manokwari AKBP Parasian Herman Gultom menyatakan penetapan 33 tersangka dilakukan setelah terpenuhinya dua alat bukti, dan gelar perkara yang dilakukan tim penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Manokwari.

"Setelah gelar penetapan tersangka, 33 orang pekerja tambang emas ilegal ditahan selama 20 hari di Sel Polres Manokwari untuk kebutuhan penyidikan," ujar Kapolres Herman Gultom dalam konferensi pers di Markas Polres Manokwari, Senin (28/11).

Perwira menengah Polri ini mengatakan dari total 46 orang yang sebelumnya diamankan, 33 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka.
Kemudian, 13 lainnya sudah dipulangkan karena hanya berperan sebagai juru masak. Herman menambahkan bahwa 33 orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu bukan warga Manokwari.

“Mereka didatangkan dari luar oleh oknum pemodal untuk bekerja sebagai ketua grup, operator ekskavator, pendulang dan penjaga kas (penyaring emas)," paparnya.

Dia pun menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa 33 tersangka bukan bagian dari kelompok penambang tradisional di bawah kendali masyarakat adat pemilik ulayat setempat.

Meski demikian, Herman mengakui bahwa polisi sudah mengantongi identitas dari para pemodal gelap yang lebih dulu kabur saat mengetahui operasi kepolisian di kawasan penambangan emas ilegal di Masni, Manokwari, itu.

"Kasus ini masih terus dikembangkan, karena sejumlah pemodal sudah diketahui identitasnya, dan dipastikan tertangkap dalam waktu dekat," ucap Kapolres.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan