Rekayasa Kasus, Habiburokhman Sebut Sudah Masuk Pasal RKUHP

  • Bagikan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman soal pemanggilan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman mengakui, pasal rekayasa kasus yang sebelumnya diusulkan sudah dimasukkan ke dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Dia berharap, pasal tersebut bisa melindungi masyarakat dari kasus yang direkayasa aparat penegak hukum.

“Memalsukan barang bukti dan lain-lain sebagainya itu ada di KUHP yang baru, pasalnya nanti dicek ya, tapi yang jelas ada itu sudah kami masukan atas usulan teman-teman,” kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/11).

Habiburokhman menegaskan, pihaknya tidak hanya menyerap aspirasi dari masyarakat dalam membahas RKUHP bersama Pemerintah. Namun juga memformulasikan pasal baru yang ada dari masyarakat.

Legislator Partai Gerindra ini pun mengharapkan, tidak ada pihak yang keberatan dengan RKUHP yang segera disahkan ini. Sebab, legislatif ingin memperbaharui payung hukum yang sebelumnya sudah usang, terlebih dinilai lebih banyak menyengsarakan masyarakat selama ini.

“Jadi saya harap disahkan kita harus menghentikan harus mencabut KUHP bikinan penjajah Belanda,” tegas Habiburokhman.

Habiburokhman mencontohkan sejumlah pihak yang dirugikan oleh KUHP lama. Antara lain seperti Habib Rizieq Shihab dan Edy Mulyadi yang dinilai telah menyebarkan kebohongan kendati tidak menimbulkan kerusuhan.

“Meraka dipidana dengan UU 146 yang 1 paket dengan KUHP yang lama dengan diberlakukan KUHP yang baru kalau ada KUHP yang baru orang yang dituduhkan menyebarkan berita kebohongan harus dibuktikan,” ujar Habiburokhman.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan