Wajar Elite PDIP Tersinggung Atas Ulah Jokowi, Pengamat: Terkesan Ambil Peran Ketua Umum

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menemui langsung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di ruangannya, sebelum pelaksanaan rapat kerja nasional (Rakernas) di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/6). (Dok. PDIP)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan kriteria capres yang dikemukakan Presiden Joko Widodo tampaknya sudah menyinggung petinggi PDIP.

"Ketersinggungan kader PDIP itu kiranya wajar karena Jokowi dinilai sudah melampaui kewenangan sebagai kader PDIP," kata Jamiluddin.

Ia menilai hanya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang punya kewenangan menentukan capres.

"Karena itu, tidak ada kader PDIP yang boleh menyampaikan capres, apalagi sudah mengarah kepada sosok tertentu. Hal itu dinilai sudah melanggar kesepakatan di internal PDIP," jelasnya.

"Selain itu, sebagai presiden Jokowi juga terlalu sering berbicara capres. Sebagai presiden, Jokowi terkesan sudah mengambil peran partai politik, khususnya Ketua Umum partai," terangnya.

Ia menilai hal demikian kurang baik karena bukan fungsi dan tugas presiden. Presiden idealnya secara terbuka tidak berpihak kepada salah satu bakal capres.

"Untuk itu, Jokowi perlu belajar kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam menyikapi capres. Pada Pilpres 2014, SBY tidak memihak kepada pasangan capres," jelasnya. (wartaekonomi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan