Benny Rhamdani yang Minta Izin Tempur ke Jokowi, Mardani: Kasihan Presiden Mendengar Pernyataan Toxic Kayak Gitu

  • Bagikan
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengomentari soal video Kepala BP2MI Benny Rhamdani yang meminta izin tempur ke Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Menurutnya, pernyataan seperti itu tidak layak didengar Jokowi.

“Pernyataan seperti itu tidak layak didengar presiden @jokowi. Kasihan presiden mendengar pernyataan toxic kayak gitu. Presiden harusnya mendatangkan ketenangan, mendatangkan kematangan, kecerdasan, kenegarawanan. Jangan malah dengar provokasi seperti itu,” ujarnya dalam unggahannya, Rabu, (3/10/2022).

Lebih lanjut kata Mardani, hal yang wajar apabila pemerintah dikritik.

“Wajar jika ada kritik yang disampaikan kepada pemerintah, kritik merupakan vitamin. Tapi kalau terkait hoaks sudah ada penegakan hukum & sudah banyak juga yang diproses,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam potongan video yang beredar, Benny Rhamdani bersama relawan lainnya menyinggung para pembenci Jokowi.

Pria kelahiran Bandung ini menyarankan agar program keberhasilan Jokowi dipublikasikan Kominfo. Lalu dia mengaku ingin melawan para penghina Jokowi di lapangan

“Kedua kita gemas ingin melawan mereka. Kalau mau kita tempur lapangan, kita lebih banyak. Kalau bapak tidak mengizinkan kita tempur di lapangan melawan mereka maka penegakan hukum yang harus. Misalnya setiap mereka yang mencemarkan nama baik, menyerang pemerintah, adu domba, hasut, penyebar kebencian, semua bisa dijerat hukum. Penegakan hukum ini yang harus dilakukan diperkuat lagi. Karena kalau tidak, kita kehilangan kesabaran, ya udah kita lawan mereka di lapangan misalnya,” ucap Benny.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan