Cerita Lengkap Bharada E Detik-detik Menjelang Eksekusi Brigadir J

  • Bagikan
Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau dikenal juga dengan Bharada E, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10). Foto: Ricardo/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Bharada Richard Eliezer alias Bharada E menceritakan detik-detik menjelang Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J ditembak di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.

Bharada E dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi untuk terdakwa Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua di PN Jakarta Selatan, Rabu (30/11).

Semula Bharada E, Putri Candrawathi, Brigadir J, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf menumpangi satu mobil dari rumah pribadi Ferdy Sambo, Jalan Saguling, Jaksel.

Setiba di rumah dinas Duren Tiga, Bharada Richard langsung naik ke lantai dua. "Saya langsung rada takut pada saat itu. Saya naik lantai dua, kan, ada tembusan kamar, dalam pikiran saya, 'wah sudah mau terjadi, nih," kata Bharada Richard di ruang sidang.

Sebelum mengesekusi Brigadir J, Bharada E sempat berdoa di lantai dua rumah dinas itu.

"Saya berdoa dahulu di kamar dan selesai saya agak diam sedikit," ujar Bharada Richard.

Bharada Richard kemudian turun ke lantai bawah. Saat turun, dia melihat Ferdy Sambo telah menggunakan sarung tangan hitam.

"Saya turun ke bawah, sampai di ujung tangga, Saudara FS di situ dia sudah memakai sarung tangan. Sarung tangan karet warna hitam," ucap Bharada Richard.

Lantas, Ferdy Sambo menanyakan kepada Bharada E apakah senjata telah diisi peluru. "Dia tanya ke saya "sudah kau isi senjatamu?" Siap belum, jawab saya. "Kau isi". Isi situ artinya kokang," kata Richard menceritakan percakapannya dengan Ferdy Sambo.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan