Cerita Penyintas Gempa Cianjur, Sempat Selamatkan Tetangganya yang Tertimpa Reruntuhan

  • Bagikan
Jejen Zaenal Assikin, salah seorang penyintas gempa di Kabupaten Cianjur

FAJAR.CO.ID, CIANJUR -- Dua jemarinya mengapit sebatang rokok. Pandangan matanya mengarah ke reruntuhan tembok rumahnya. Sesekali asap rokok dihembuskan dari mulutnya.

Jejen Zaenal Assikin, salah seorang penyintas gempa di Kabupaten Cianjur, Senin lalu. Peristiwa itu tak dapat dilupakannya.

Saat kejadian, pria kelahiran 1978 itu sedang menjaga warung kelontongan di rumahnya di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Saat gempa berlangsung, ia merasakan seperti terombang-ambing gelombang besar. "Seperti diapung- apung selama tiga menit. Coba bayangkan!" bebernya.

Jejen Zaenal Assikin melihat sejumlah barang yang ada di dalam rumahnya jatuh berhamburan akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,6 itu.

Di tengah situasi itu, ia mengingat istri dan anaknya yang sedang tertidur di dalam kamar. "Segera saya bangunkan mereka dan membawanya keluar dari rumah," kata Jejen Zaenal Assikin.

Ia dan keluarganya berhasil keluar dari kediamannya. Tak ada barang berharga yang dapat diselamatkannya. Hanya pakaian yang di badan saja yang menyertainya.

Saat sudah di luar rumahnya, Jejen Zaenal Assikin melihat retakan di sejumlah titik jalan dan rumah warga dengan kondisi retak dan rubuh.

Jejen bahkan sempat menolong tetangganya yang tertimpa reruntuhan material bangunan. Ia harus melewati gang kecil di tengah kepanikan warga untuk mengevakuasi tetangganya itu.

Pasca gempa, istri dan anaknya diungsikan ke salah satu kecamatan di Kabupaten Cianjur, Ciranjang. Ia sendiri memilih bertahan dan tidur di tenda pengungsian.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan