Dina Sulaeman Ungkap Kentalnya Atmosfer Geopolitik di Piala Dunia Qatar 2022

  • Bagikan
Seorang penonton piala dunia membawa bendera LGBTQ+ & berkaos dengan tulisan "Save Ukraina" dan "Hormati Perempuan Iran". (Twitter)

FAJAR.CO.ID -- Pengamat Timur Tengah yang juga dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Padjajaran, Dina Sulaiman, mengungkap kentalnya atmosfer geopolitik pada piala dunia yang berlangsung di Qatar tahun ini.

Melalui akun twitternya, @dina_sulaeman, analis Geopolitik ini pun membeberkan sejumlah analisisnya terkait atmosfer geopolitik yang cukup keras di Piala Dunia 2022 kali ini. Berikut petikannya dikutip fajar.co.id dari akun twitternya pada Rabu malam (30/11/2022):

Piala Dunia Qatar 2022 dan Pergeseran Geopolitik

Saya bukan penggemar bola, tapi karena atmosfer geopolitik di PD 2022 ini sangat kental, saya ikuti berita2nya. Lihat foto ini, seorang dg m'bawa bendera LGBTQ+ & berkaos dg tlsn "Save Ukraina" dan "Hormati Perempuan Iran".

Dia masuk ke lapangan saat pertandingan Portugal vs Uruguay. Wasit segera m'ambil bendera dan membuangnya, dan pria itu ditangkap oleh polisi Qatar. Qatar dikecam Israel (dan negara2 Barat) krn anti-LGBT+.

LGBTQ+, perempuan Iran (yg anti hijab), dan Ukraina, apa benang merahnya? Benang merahnya adalah LIBERALISME. Sbgmn ditulis oleh Prof Mearsheimer (akademisi HI dari AS), AS dan Barat punya ilusi untuk menyebarluaskan nilai2 liberalisme ke seluruh dunia. Strateginya adalah dg menggulingkan rezim2 yg "tidak demokratis", krn dg cara itu, AS (Barat) bisa menyebarkan liberalisme (yg mrk yakini) & dapat untung: bisa menginstal rezim yg pro-Barat. "Killing two birds with one stone,"kata Mearsheimer.

Mearsheimer menulis buku "Great Delusion: Liberal Dreams and International Realities"
Delusi kaum liberal AS utk menyebarkan liberalisme ke seluruh dunia memunculkan perlawanan. Karena, tdk semua negara mau menerima liberalisme ala Barat. Banyak bangsa yg punya nilainya sendiri

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan