Jelang Pemilu 2024, KPU Makassar Usulkan 2 Komposisi Dapil

  • Bagikan
Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Menjaring tanggapan dari stakeholder terkait dengan penataan daerah pemilihan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar menggelar Rapat Koordinasi di Hotel Remcy, Jl Boulevard Makassar, Rabu (30/11/2022).

Pada Rapat koordinasi tersebut, dibahas penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD Kota Makassar pada Pemilu 2024.

Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar di depan awak media menegaskan, Rapat Koordinasi digelar sebagai upaya untuk menjaring tanggapan dari stakeholder terkait dengan penataan daerah pemilihan.

"Kami mengusulkan 2 rancangan Dapil. Usulan ini sebenarnya juga usulan 2017 secara komposisi, meskipun secara komposisi jumlah penduduk berbeda. Memang DAK (Data Agregat Kependudukan) pada 2017 itu sekitar 1,6 juta dan DAK tahun ini 1,4 juta lebih. Ada penurunan jumlah penduduk di Makassar dari DAK," ujar Gunawan.

Hanya saja penurunannya, kata Gunawan. Merata secara komposisi. Sehingga ketika dimasukkan di Dapil dengan format komposisi seperti 2017, alokasi kursinya sama jumlahnya (tiap Dapil).

"Karena dalam menentukan alokasi kursi tiap Dapil hitungannya berdasarkan PKPU 6, itu jumlah penduduk dibagi alokasi kursi. Di Makassar 1-3 juta alokasi kursinya 50. Tidak berubah. Berarti jumlah pembagi penduduknya 29.000 per kursi," jelasnya.

Lebih lanjut kata Gunawan, nilai satu kursi tiap dapil sebanyak 29 ribu lebih suara. Dipertegas lagi, usulan komposisi yang berubah dari Dapil sekarang dijelaskan Gunawan, berdasarkan naskah akademik 2017.

"Ini masih pencermatan belum final dan masih panjang tahapannya. Kita masih akan uji publik dengan FGD berkali-kali. Ini masih rancangan KPU saja," tukasnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan