Audit BPK Sebut Kerugian Bansos Covid-19 Tembus Rp20 Miliar, Polda Sulsel Singgung Calon Tersangka

  • Bagikan
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf. (Muhsin/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Polda Sulsel menyampaikan kabar terbaru soal penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) penanganan Covid-19 berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sulsel. Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kerugian negara ditaksir Rp20 miliar.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf mengatakan kini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan calon tersangka.

"Bahasa buku (hasil pemeriksaan) setelah kita terima hasil audit BPK, ini harus kita konfrontir dulu dengan nama-nama yang muncul dalam hasil pemeriksaan tersebut," ujarnya, Rabu (30/11/2022).

"Contoh dalam bahasa buku itu menyebutkan si A menerima berapa, kemudian si A menyerahkan kepada siapa, maka kita akan lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Periksa dulu secara sempurna," sambung dia.

Lebih lanjut, mantan Ditresnarkoba Polda NTB ini menyebut, dari hasil audit BPK atas dugaan tindak pidana korupsi BPNT di Sulsel, akibatnya negara mengalami kerugian sekitar Rp20 miliar. Nilai tersebut, diambil dari penyaluran yang tersebar di setiap kabupaten/kota penerima.

"Ini keseluruhan dari masing-masing kabupaten/kota, untuk seluruh memang beda-beda (nilainya). Namun, secara keseluruhan sekitar Rp 20 miliar, tapi untuk pastinya beda-beda," terangnya.

Sebelumnya Kasubdit III Tipidkor Polda Sulsel, Kompol Fadli, menjelaskan kasus BPNT yang sekarang ini ditangani terkait dengan penyaluran yang dilakukan di empat kabupaten/kotan, yaitu Kabupaten Sinjai, Bantaeng, Takalar, dan Bulukumba.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan