Hakim Agung Gazalba Saleh Belum Penuhi Panggilan KPK, Politisi PKB: Pedagang Keadilan

  • Bagikan
Suasana di gedung Merah-Putih KPK di Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Jakarta Selatan,Jumat siang, (21/10/2022) EDY ARSYAD/FNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Hakim Agung Gazalba Saleh belum memenuhi panggilan KPK. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Luqman Hakim, mengatakan, seharusnya Gazalba Saleh sebagai wakil Tuhan mampu menegakkan keadilan.

“Hakim Agung itu wakil Tuhan di muka bumi. Dia harusnya menjadi penjaga dan penegak keadilan. Bukan penjaja apalagi pedagang keadilan,” ucapnya dalam unggahannya, Kamis (1/12/2022).

Menurutnya, jika keadilan diperdagangkan, maka rakyat miskin akan selalu dikorbankan oleh mereka yang berduit.

“Jika keadilan diperdagangkan, maka rakyat miskin akan selalu kalah dan dikorbankan oleh mereka yg kaya, kuat dan berkuasa,” tandas anggota DPR RI ini.

Diketahui, Gazalba Saleh telah dijadwalkan diperiksa dan resmi ditetapkan tersangka pada Senin (28/11/2022) lalu.

Gazalba melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau b Jo Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Dia ditetapkan sebagai tersangka bersama dua anak buahnya di MA yakni Hakim Yustisial sekaligus Panitera Pengganti pada Kamar Pidana MA, Prasetio Nugroho (PN) dan Staf Gazalba Saleh, Redhy Novarisza (RN).

Mereka diduga terlibat dalam pengurusan kasasi atas putusan pailit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.

Saat itu, Gazalba menjadi salah satu anggota majelis hakim yang ditunjuk untuk memutus perkara terdakwa Budiman untuk dihukum pidana selama 5 tahun.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan