Izin Penggunaan Tempat Dicabut, Andi Sinulingga: Operasinya Persulit Anies Agar Tak Bisa Blusukan Menyapa Rakyat

  • Bagikan
Anies Baswedan

FAJAR.CO.ID, ACEH — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengeluarkan surat bernomor 900/096/2022 terkait pencabutan izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh untuk kegiatan jalan sehat dan panggung silaturahmi bakal calon presiden Anies Baswedan yang akan digelar pada 3 Desember mendatang.

Mantan Politisi Golkar Andi Harianto Sinulingga menyindir lawan politik Anies yang telah melakukan berbagai upaya untuk menjatuhkan Anies.

“Bolhok teriak bilang jika Anies jadi gub, DKI Jakarta akan jadi suriah, opini itu gagal. teriak lagi bilang Anies enggak bisa kerja, juga gagal. Teriak lagi bilang Anies bapak politik identitas, gagal lagi. Fitnah Anies korupsi demo KPK untuk tangkap Anies, gagal,” ujarnya dalam unggahannya, Kamis, (1/12/2022).

Usai Anies dideklarasikan sebagai capres 2024 oleh Partai NasDem, kata dia, lawan politik Anies mencoba memaki-maki NasDem agar menarik dukungannya.

Andi Sinulingga mengatakan, karena usahanya gagal, Anies kemudian dipersulit untuk berkegiatan di daerah-daerah.

“Bolhok maki-maki NasDem agar tarik dukungan ke Anies, teriak-teriak untuk tenggelamkan NasDem, bilang NasDem akan anjlok elektabilitinya karena dukung Anies, gagal lagi, elektabiliti nasdem malah naik. Sekarang ini operasinya persulit Anies agar tak bisa blusukan menyapa rakyat di daerah-daerah,” tutur aktivis kolaborasi warga Jakarta ini.

Diketahui, surat pencabutan izin itu ditandatangani Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Disbudpar Aceh, Azhadi Akbar.

Pada poin pertama surat itu disebutkan, izin penggunaan Area Taman Ratu Safiatuddin dicabut, karena kegiatan tidak sesuai dengan ketentuan surat perizinan yang dikeluarkan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan