Marah Mafia Tanah Masih Marak, Jokowi Perintahkan Hadi Tjahjanto Tak Beri Ampun

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo pada penutupan B20 Summit Indonesia 2022,, Senin (14/11). Foto: ANTARA/Media Center G20 Indonesia/Aditya Pradana Putra/wsj

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa jengkel dengan maraknya mafia tanah di Tanah Air. Karena itu, Jokowi memerintahkan Menteri ATR/Kepala BPN Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto memberantas praktik mafia tanah ini.

"Saya sudah sampaikan ke Pak Menteri. Pak, udah jangan beri ampun yang namanya mafia tanah. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu rakyat. Mafia tanah membuat masalah pertanahan semakin rumit," tegas Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam acara penyerahan sertifikat tanah seperti dikutip fin.co.id dari channel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 1 Desember 2022.

Pada acara ini, Jokowi menyerahkan sebanyak 1,5 juta sertifikat tanah kepada masyarakat secara hybrid. Sebanyak 12 orang perwakilan menerima langsung secara simbolis sertifikat tanah itu dari Jokowi di Istana Negara.

Presiden mengaku sangat bersyukur Menteri ATR saat ini dijabat mantan Panglima TNI.

"Belum kalau yang namanya mafia tanah masuk. Ini lebih ruwet lagi. Tetapi menteri yang sekarang bekas Panglima TNI. Datangi beliau, datangi sudah mafianya nyingkir semuanya," terang Jokowi.

Menurut Jokowi, konflik tanah antarwarga bisa berdampak sangat mengerikan. Di antaranya bisa saling bunuh karena persoalan tanah.

"Kalau menyangkut tanah mengerikan. Bisa berantem, saling bunuh. Sebab menyangkut hal yang sangat prinsip. Inilah yang harus kita hindari. Tujuannya Agar konflik tanah, sengketa tanah bisa segera diselesaikan dengan memberikan sertifikat sebagai tanda bukti hak hukum atas tanah kepada rakyat," paparnya. (fin)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan