Penerbangan Lokal Dorong Ekonomi dan Tarik Investasi, Selayar dan Sorowako Susul Bone

  • Bagikan
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman meresmikan penerbangan perdana Makassar-Bone di Bandara Sultan Hasanuddin. (Dok Humas Sulsel)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Penerbangan lokal kembali beroperasi. Rute Bone ke Makassar dan beberapa daerah lain menjadi percontohan.

Hari ini, Kamis, 1 Desember, penerbangan rute Bone-Makassar, Bone-Kendari, dan Bone-Balikpapan resmi beroperasi. Sebenarnya bukan operasional perdana, sebab sebelumnya sudah pernah ada, hanya sempat vakum.

Tak berhenti di situ, daerah lain di Sulsel juga akan segera menyusul. Pemprov Sulsel lebih awal akan memprioritaskan Kepulauan Selayar dan Sorowako, Luwu Timur. Setelah itu, baru menyasar daerah lain yang memiliki bandara perintis. Misalnya, rute Toraja-Makassar dan Masamba-Makassar.

"Kita fokus dulu di Selayar dan Sorowako, mudah-mudahan bisa terlayani," ungkap Muh Arafah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sulsel, Rabu, 30 November.

Penerbangan lokal ini dimaksudkan menghidupkan konektivitas antardaerah via transportasi udara. "Salah satu yang akan di-launching besok (hari ini, red) adalah udara sehingga kita berharap perekonomian masyarakat kita akan bangkit di sekitar wilayah yang dilayani," tegasnya.

Pendorong Ekonomi

Beroperasinya kembali bandara yang terletak di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone, Bone ini dianggap membuka keran perekonomian. Baru baik bagi wilayah sekitar, maupun Sulsel.

Akses transportasi udara dinilai mampu mengkselerasi pertumbuhan ekonomi. Hal ini akan terwujud seiring dengan mobilitas yang lebih baik, termasuk pada angkutan barang maupun manusia. Ini yang akan terjadi pada pengoperasian Bandara Arung Palakka.

Pergerakan mobilitas menjadi hal utama yang harus dilakukan dalam menjaga stabilitas perekonomian daerah. Di Sulsel, akses perjalanan darat antarsatu daerah dengan daerah lain menjadi kendala. Sebab, memakan waktu yang lama.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan