Pesawat Pengebom China dan Rusia Mendekat, Jet Tempur Pasukan Udara Jepang Langsung Bergerak

  • Bagikan
Arsip - Pesawat pengebom H-6 milik Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China terbang dalam misi di dekat garis median di Selat Taiwan, 18 September 2020. Foto: Kemenhan Taiwan/via REUTERS/as

FAJAR.CO.ID, TOKYO - Empat pesawat pengebom milik China dan Rusia pada Rabu (30/11) terbang bersama di atas perairan dekat Jepang, kata Kementerian Pertahanan Jepang, ketika Beijing dan Moskow terus mempererat kerja sama militer di wilayah Timur Jauh.

Jet tempur Pasukan Pertahanan Udara Jepang dikerahkan untuk merespons insiden itu.

Kemenhan Jepang mengatakan dua pesawat H-6 milik China dan dua pesawat Tu-95 milik Rusia melakukan "penerbangan bersama jarak jauh dari Laut Jepang ke Laut China Timur melalui Pasifik" pada Rabu sore.

Dua pesawat China, yang diyakini sebagai jet tempur J-16, dan dua pesawat tempur lain yang diduga juga milik China kemudian ikut bergabung.
Menganggap penerbangan tersebut sebagai ancaman militer, Kemenhan Jepang menyampaikan keprihatinannya kepada China dan Rusia melalui saluran diplomatik.

Sebelumnya pada hari yang sama, Kemenhan Jepang mengatakan dua pesawat pengebom milik China terbang melalui Selat Tsushima di Jepang barat daya dari Laut China Timur ke Laut Jepang pada pagi hari sebelum menuju ke utara dengan melintasi sebelah barat pulau Takeshima.

Hampir pada saat yang sama, dua pesawat yang diduga milik Rusia, yang terbang ke selatan di atas perairan sebelah utara Takeshima, berbalik arah dan menuju ke utara, menurut kementerian tersebut.

Namun, keempat pesawat itu tidak memasuki wilayah udara teritorial Jepang, kata Kemenhan Jepang.

Kemenhan Rusia mengatakan pesawat Rusia, termasuk pengebom strategis jarak jauh Tu-95MS yang dapat dipasangi senjata nuklir, telah melakukan "penerbangan patroli" dengan pesawat pembom H-6 China di atas Laut Jepang dan Laut China Timur.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan