Soal Honorer, Azwar Anas Tuding Pemerintah Daerah Suka Sembunyikan Data Honorer

  • Bagikan
Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas akan dilantik menjadi Menpan RB ( LKPP/Antara)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan fakta mengejutkan.

Ternyata cukup banyak pemerintah daerah (pemda) yang menyembunyikan data honorer.

Seolah-olah tidak punya honorer, tetapi begitu pendataan non-ASN, nama-namanya diajukan sehingga angkanya membeludak.

"Ini pemda memang suka menyembunyikan data honorer. Begitu ada program pendataan non-ASN, tiba-tiba honorernya muncul," tutur MenPAN-RB Azwar Anas, Kamis (1/12).

Itu sebabnya mantan bupati Banyuwangi ini terkaget-kaget melihat hasil pendataan non-ASN. Ketika pendataan non-ASN resmi ditutup pada 31 Oktober 2022 pukul 17.00 WIB, jumlah honorer menjadi 2.421.100.

"Pemda sebenarnya tahu ada larangan untuk merekrut honorer, makanya disembunyikan datanya," ujarnya.

Dia membandingkan dengan data honorer K2 yang masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 2014 sekitar 410 ribu.

Tahun ini meningkat berlipat-lipat.

Dalam rapat kerja Komisi II DPR RI pada Senin (21/11) lalu, KemenPAN-RB dan BKN mengungkapkan hasil pendataan non-ASN. Setelah diuji publik dan perbaikan tenaga non-ASN pada kementerian/lembaga serta daerah, jumlah honorer masih tinggi.

Dari 2.421.100 turun menjadi 2.360.723, artinya pengurangannya tidak sampai 100 ribu.

"Dari 2.360.723, ternyata hanya 1.817.395 honorer yang sudah ada surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) dari pejabat pembina kepegawaian (PPK). Nah, terdapat 543.320 yang honorer belum dilengkapi SPTJM," tutur Azwar Anas.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan