Jaga Ketahanan Ekonomi Indonesia, Sri Mulyani Harap Investasi Tumbuh 5 Persen

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan gejolak harga pangan dan energi kemudian mendorong terjadinya inflasi tinggi. Bahkan, sifatnya akan lebih permanen hingga 2024. (YouTube Sekretariat Presiden)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani berharap investasi bisa bertahan tumbuh di atas 5 persen agar ketahanan ekonomi Indonesia terjaga di tengah kenaikan suku bunga global karena inflasi tinggi dunia.

“Ini yang akan kami lihat pada 2023, apakah investasi bisa tumbuh tetap terjaga di atas 5 persen karena kemarin pada triwulan III-2022 sudah tumbuh 4,9 persen. Itu dekat sekali dengan 5 persen,” kata Sri Mulyani dalam acara “Kompas100 CEO Forum 2022” yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat.

Tidak hanya global, di dalam negeri pun Bank Indonesia (BI) terpaksa menyesuaikan tren tersebut dengan turut menaikkan suku bunga acuan hingga 175 basis poin (bps) sampai saat ini.

Ia mengatakan kenaikan suku bunga acuan di global maupun di domestik tentunya akan berdampak ke perekonomian Indonesia, utamanya pada tahun depan, karena BI baru menaikkan suku bunga acuan pada menjelang akhir tahun ini.

Maka dari itu, kondisi tersebut akan dilihat lebih lanjut untuk menakar ketahanan investasi di dalam negeri lantaran kenaikan suku bunga acuan cepat atau lambat akan bertransmisi kepada suku bunga perbankan.

Naiknya suku bunga perbankan tentunya akan mempengaruhi keinginan pengusaha untuk berekspansi karena sudah mulai tingginya bunga pinjaman.

“Teman-teman perbankan nanti yang akan lihat pertumbuhan kredit kepada dunia usaha apakah akan tetap terjaga atau tidak. Apakah nanti perusahaan-perusahaan akan tetap melakukan penawaran perdana saham supaya penanaman modal dan investasi itu tetap terjadi,” tuturnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan