Jerman Dapat Perhatian Lewat Kampanye LGBT-nya, Ozil Malah Mendoakan Penyelenggara Piala Dunia

  • Bagikan
Mesut Ozil

FAJAR.CO.ID, QATAR -- Timnas Jerman dipastikan tersingkir dari ajang Piala Dunia 2022 yang berlangsung di Qatar. Der Panzer kalah selisih gol dari Spanyol yang jadi Runner up grup E. 

Der Panzer sebenarnya mampu meraih poin penuh dilaga terakhir menghadapi Kosta Rika dengan skor 4-2. 

Akan tetapi, kemenangan tersebut belum mampu membawa timnas Jerman melangkah jauh di ajang Piala Dunia 2022.

“Ini sangat pahit bagi kami karena hasil ini seharusnya cukup," kata Thomas Muller dilansir dari AFP.

Pada laga perdananya di ajang Piala Dunia, Jerman sempat membuat publik sepakbola heran dengan aksinya memberi dukungan terhadap kampanye LGBT.

Hal tersebut, membuat sinisme publik muncul lantaran sikap protes 'berlebihan' Jerman terhadap larangan tuan rumah Qatar dan FIFA atas atribut kampanye LGBT di dalam stadion.

Jerman melakukan pose menutup mulut pada laga pembuka menghadapi Jerman, 23 November silam.  

Salah satu mantan pemain Timnas Jerman yang sukses meriah juara Piala Dunia di tahun 2014 yakni Mesut Ozil.

Kini Ozil dikait-kaitkan dengan polemik yang dilakukan Timnas Jerman. Akan pemain tampak tak peduli dengan hal tersebut.

Ozil sendiri dilaporkan berada di Qatar, namun tak sekalipun tertangkap radar netizen saat mendoakan mantan timnas yang pernah ia bela tersebut.

Ozil lebih mendoakan penyelenggaraan Piala Dunia yang telah diselenggarakan oleh negara muslim tersebut.

"Senang berada di Qatar untuk #Worldcup2022. âš½ðŸ† Terima kasih atas keramahan yang luar biasa & acara yang sempurna - selalu menyenangkan berada di sini. Semua yang terbaik untuk Qatar untuk turnamen yang tersisa - insya Allah kita akan segera bertemu lagi. ðŸ¤²ðŸ¼ðŸ‡¹ðŸ‡·ðŸ‡¶ðŸ‡¦" tulis Ozil melalui akun Twitter resminya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan