Peringkat Ketiga Dunia, 1 Juta Penduduk Indonesia Diperkirakan Mengidap TBC Setiap Tahunnya

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Epidemiolog Universitas Indonesia, dr Pandu Riono menyampaikan, pandemi telah berhasil dikendalikan.

“Kita berhasil kendalikan pandemi dengan konsisten, menunjukkan Indonesia mampu,” kata Dokter Pandu Riono dalam unggahannya, Jumat, (2/12/2022).

Namun kata dia, tantangan terbesar berikutnya menekan kejadian tuberkulosis (TBC) atau TB.

Tuberkulosis adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri.

Pengamat kesehatan ini memperkirakan setiap tahun ada insiden 1 juta penduduk dengan tuberkulosis.

“Perlu segera ditemukan dan diobati agar penularan baru terhenti,” tandasnya.

Beberapa gejala TBC diantaranya sputum (dahak/lendir) bercampur darah, demam, keringat malam, batuk terus-menerus selama 3 minggu, kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan yang disampaikan pada 9 September lalu dalam acara Indonesia Tuberkulosis – International Meeting (INA – TIME) 2022 ke 4 di Bal, Indonesia adalah negara dengan beban TBC peringkat ke-3 tertinggi setelah India dan China.

Berdasarkan Global TB Report 2021, diperkirakan ada 824.000 kasus TBC di Indonesia, namun pasien TBC yang berhasil ditemukan, diobati, dan dilaporkan ke dalam sistem informasi nasional hanya 393.323 (48%).

Masih ada sekitar 52% kasus TBC yang belum ditemukan atau sudah ditemukan namun belum dilaporkan.

Pada tahun 2022 data per bulan September untuk cakupan penemuan dan pengobatan TBC sebesar 39% (target satu tahun TC 90%) dan angka keberhasilan pengobatan TBC sebesar 74% (target SR 90%). (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan