Said Didu Sebut Food Estate Tidak Lebih dari Program Pencari Proyek

  • Bagikan
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kalimatan Tengah untuk meninjau Food Estate pada 2020.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, menyebut food estate (perkampungan industri pangan) tidak lebih dari program pencari proyek

“Food Estate tidak lebih merupakan program pencari proyek,” ujarnya dalam unggahannya, Jumat, (2/12/2022).

Menurutnya, program strategis pembangunan pertanian nasional tahun 2021 akan selalu gagal.

“Hanya menghabiskan uang negara,” tambah pria kelahiran Pinrang Sulawesi Selatan ini.

Program Food Estate ini memiliki konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup Hortikultura Tanaman Pangan, perkebunan, bahkan peternakan dalam suatu kawasan tertentu.

Program ini dilakukan atas kerja sama Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Daerah di beberapa kabupaten di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan progres pembangunan food estate di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Tengah hingga Papua.

Khusus untuk food estate di Kalimantan Tengah dengan fokus komoditas padi dan tanaman pangan termasuk singkong, Basuki menjelaskan lahan seluas 43.500 hektare itu sudah bisa ditanami.

"Pak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) membuktikan lahannya sudah bisa ditanami, hanya karena memang mungkin orangnya gak ada, jadi agak lambat. Jadi kita setop di 43.500 hektare," jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI, Senin (28/11). (selfi/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan