Tren Penurunan Harga Saham GoTo Berlanjut, Anthony Budiawan: Bisa Menjadi Kerugian Negara yang Disengaja

  • Bagikan
Anthony Budiawan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tren penurunan harga saham GoTo berlanjut, bahkan menyentuh batas bawah yakni Rp132 per saham pada haru ini, Jumat, (2/12/2022).

Managing Director Political Economy and Policy Studies Anthony Budiawan memaparkan harga saham GoTo sudah anjlok 60,9 persen sejak go public. 

“Hari ini, investasi Telkomsel di saham GoTo mengalami rugi Rp213,5 miliar, membuat total rugi menjadi Rp3,27 triliun,” bebernya dalam unggahannya.

Lebih lanjut kata dia, dengan menggunakan harga Rp 141 per saham, Telkomsel rugi Rp3,06 triliun di saham GoTo.

“Masih bisa membesar, karena harga saham GoTo besar kemungkinan masih akan turun lg: kerugian investasi Telkomsel ini bisa menjadi kerugian negara, yang disengaja,” lanjutnya. 

Anthony Budiawan memaparkan, saham GoTo ditutup Rp141 per saham pada transaksi kemarin (1 Desember 2022), turun Rp10 dari rekor terendah pada transaksi sehari sebelumnya yang ditutup Rp151 per saham.

Artinya kata dia, saham GoTo pada 1 Desember 2022 sudah turun lebih dari 58 persen dibandingkan harga IPO sebesar Rp 338 per saham. Dengan demikian, market cap (kapitalisasi pasar) atau nilai pasar, GoTo anjlok dari Rp 400,3 triliun pada saat penawaran harga perdana menjadi tinggal Rp 167 triliun saja. Gelembung market cap GoTo sedang meletus.

“GoTo memang kelihatannya saja besar. Tapi, isi sebenarnya hampa. Bisnisnya tergantung dari ‘bakar duit’. GoTo tidak pernah mendapatkan untung selama berdiri 10-12 tahun yang lalu. Total akumulasi rugi GoTo per 30 September 2022 sudah mencapai Rp 99,3 triliun. Sekarang pasti sudah lebih dari Rp 100 triliun,” ungkapnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan