UMP Surakarta Naik 6,8 Persen, Gibran Sebut Solo Paling Tinggi

  • Bagikan
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. Foto: Romensy Augustino/JPNN.com

FAJAR.CO.ID< SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta telah menetapkan upah minimum kota/kabupaten (UMK) untuk 2023 pada Jumat (2/12).

Nilainya diklaim menjadi yang tertinggi dibandingkan di wilayah Solo Raya. Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan bahwa nilai UMK di Surakarta pada tahun depan adalah Rp. 2.174.169,-.

Besaran tersebut naik sekitar 6,8 persen dari besaran UMK 2022, yakni Rp. 2.034.810,-.

"Kami juga lihat di wilayah sekitar. Solo yang paling tinggi kok," katanya di Balai Kota Surakarta, Jumat (2/12).

Gibran menjelaskan besaran tersebut berlandaskan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) RI Nomor 18 Tahun 2022 berdasarkan Indeks Alfa 0,1.

"Itu jalan tengah, karena APINDO dan serikat buruh punya tuntutan berbeda," ujarnya.

Gibran menuturkan APINDO sebelumnya mengusulkan kenaikan menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) 36/2021. Sementara itu, dari unsur serikat pekerja dan buruh mengusulkan kenaikan 10 persen dari UMK 2022.

"Penetapan ini juga mempertimbangkan keputusan yang diambil Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo," tuturnya.

Sebelumnya, Ganjar Pranowo telah mengumumkan UMP Jawa Tengah 2023. Nilainya sebesar Rp 1.958.169,69 atau naik 8,01% (Rp 145.234,26) dibandingkan UMP Jawa Tengah 2022 yang tercatat Rp 1.812.935.

Ganjar menjelaskan penetapan UMP tahun ini mendasarkan pada Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.

“Permenaker 18 Tahun 2022 menyatakan bahwa penetapan UMP memperhatikan inflasi dan pertembuhan ekonomi, serta nilai alfa,” jelasnya. (jpnn/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan