OJK Dorong Keterlibatan Perempuan Dalam Penguatan Budaya Antikorupsi

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA—Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong penguatan integritas dan budaya antikorupsi di Industri jasa keuangan. Salah satunya mendorong peran perempuan untuk menumbuhkan karakter dan moral kejujuran dalam lingkungan keluarga.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam sambutannya pada webinar Woman of Integrity (WIN) Talk dengan tema “Perempuan Menginspirasi Tegakkan Anti Korupsi” yang diselenggarakan secara daring, Jumat (2/12/2022) pagi.

Mahendra menyampaikan bahwa untuk menumbuhkan budaya integritas dan antikorupsi, diperlukan dukungan semua pihak, termasuk keluarga sebagai lingkungan terkecil. Di sinilah peran penting perempuan dalam keluarga menumbuhkan karakter kejujuran dan bermoral.

“Perempuan memegang peranan penting atau sebagai tiang negara dalam membantu mencegah korupsi dari lingkungan terkecil yaitu keluarga hingga negara,” kata Mahendra.

Webinar tersebut diselenggarakan OJK memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia dengan menghadirkan pembicara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan dalam paparannya bahwa prempuan selalu memiliki peran sentral dalam mengembangkan nilai-nilai masyarakat.

Nilai kejujuran dalam menumbuhkan rasa anti korupsi dapar dikembangkan sebagai nilai budaya yang diterapkan di kehidupan sehari-hari.

“Perempuan adalah guru pertama dan guru seumur hidup bagi anak-anaknya. Peran itu penting untuk menanam nilai-nilai strategis manusia. Budayakan kejujuran dan berilah contoh yang baik kepada generasi penerus. Perempuan nantinya dapat menjadi penggerak integritas di zonanya masing-masing,” kata Retno.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan