Sri Mulyani Kaget dengan Tagihan Pertamina dan PLN Rp500 Triliun, Pengamat: Berlagak Syok

  • Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan gejolak harga pangan dan energi kemudian mendorong terjadinya inflasi tinggi. Bahkan, sifatnya akan lebih permanen hingga 2024. (YouTube Sekretariat Presiden)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti gelagat Sri Mulyani soal responnya terhadap tagihan dua perusahaan BUMN.

Menurutnya, cara Menteri Keuangan itu merespon tagihan dua perusahaan plat merah, Pertamina dan PLN, dinilainya dibuat-buat.

Gigin bilang bendahara negara itu takut APBN jebol, di sisi lain mencari-cari alasan agar dua proyek besar berjalan.

“Berlagak syok dan takut APBN jebol lalu menaikkan tarif listrik dan BBM, sambil cari alasan membiayai proyek kereta cepat Jinping dan subsidi kendaraan listrik buatan LPB dkk,” ungkapnya, Minggu (4/12/2022).

Diketahui, Sri Mulyani pada Jumat (2/12) kemarin di Istana Negara Jakarta, mengatakan mengaku kaget dengan tagihan PLN dan Pertamina.

Ia membeberkan jumlah tagihan yang ia sebut mencapai Rp500 triliun.

Tagihan itu kata dia, digunakan untuk menjaga PLN dan Pertamina tetap jalan, serta menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya harga energi global.
(Arya/Fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan